Pengobatan Anemia
Pengobatan Anemia - Mungkin banyak dari kita sudah tidak asing lagi dengan penyakit anemia. Anemi sering disebut dengan kekurangan darah atau secara medis penyakit ini berarti dimana tubuh mengalami kekurangan sel sel darah merah atau trombosit. Hal ini akan menyebabkan tubuh mengalami gejala atau kondisi tertentu seperti misalnya wajah menjadi pucat, sering menjadi lemas, dan lain sebagainya. Oleh karena itulah, bagi kebanyakan orang anemia dapat mengganggu aktifitas jika tidak segera ditangani dengan pengobatan yang tepat.Lalu, seperti apakah pengobatan anemia yang tepat? Berikut ini kami akan memberikan beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan anemia.
![]() |
| Pengobatan Anemia |
1. Mengkonsumsi Suplemen untuk Menambah Zat Besi
Mengkonsumsi suplemen untuk menambah zat besi adalah pengobatan yang paling sering direkomendasikan. Biasanya, suplemen penembah zat besi yang paling sering dianjurkan adalah zat besi sulfat. Suplemen ini biasanya berebntuk tablet dan dapat diminum dua hingga tiga kali dalam satu hari. Bagi pasien yang memiliki riwayat sakit maag, maka suplemen penambah zat besi ini harus dikonsumsi dua jam sebelum atau sekitar 4 jam sesudah meminum obat antasida. Mengapa? Hal ini karena obat antasida dapat menhambat terserapnya zat besi secara maksimal. Jika tidak dapat mengkonsumsi suplemen ini melalui mulut, maka pengobatan anemia ini dapat dilakukan melaui infus. Dalam beberapa wilayah yang ada di Indonesia, suplemen penambah zat besi ini biasanya disediakan oleh pemerintah secara Cuma Cuma atau gratis untuk ibu hamil.
2. Melakukan Tranfusi Sel Darah Merah atau RBC.
Jika seorang pasien mengalami gejala anemia yang parah dan terancam keselamatan atau nyawanya, maka pengobatan dengan konsep tranfusi sel darah merah atau RBC harus segera diberikan. Hal ini karena jika menggunakan pengobatan dengan mengkonsumsi suplemen zat besi, maka tubuh pasien memerlukan waktu yang lebih banyak untuk dapat menyerap zat besi dengan baik. Dengan kata lain, tranfusi sel darah merah ini dapat menyelawatkan nyawa dari pasien anemia defisiensi besi yang parah ini. Biasanya, pengobatan anemia dengan mengkonsumsi suplemen zat besi baru akan dilakukan setelah kondisi pasien atau penderita anemia sudah stabil.
3. Mengurangi Obat – obatan dan Makanan yang Dapat Menghambat Penyerapan Zat Besi
Pengobatan anemia yang ketiga adalah dengan mengurangi obat atau makanan yang memang dapat menghambat terserapnya zat besi oleh tubuh. Secara tidak langsung dan tanpa disadari, kebiasanan banyak orang Indonesia yang gemar mengkonsumsi minuman dengan bahan dasar teh, ternyata dapat memicu banyaknya kasus anemia di tanah air. Mengapa? Faktanya, teh ternyata mengandung banyak zat yang dapat menghambat penyerapan zat besi pada tubuh kita. Oleh karena itu, menhindari makanan dan obat obatan yang dapat menghambat penyerapan zat besi adalah cara yang terbaik
Beberapa makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi antara lain adalah:
• Makanan atau olahan makanan yang memiliki kandungan kalsium yang tinggi seperti yogurt dan susu
• Bebagai daun daunan seperti daun seledri, daun kemangi dan daun mint
• Cokelat juga merupakan bahan makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita anemia.
• Hindari mengkonsumsi kopi secara berlebihan
• Hindari pula untuk mengkonsumsi buah buahan beri seperti misalnya strawberry dan blueberry
• Beberapa jenis kacang seperti kacag kenari pun tidak cocok dan bahkan harus dihindari oleh penderita anemia.
Itulah tadi beberapa cara pengobatan anemia yang dapat anda lakukan.
Artikel Terkait :


0 komentar:
Posting Komentar